Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Soal UAS patofisiologi

Perkiraan terhadap suatu perjalanan penyakit disebut pathogenesis prognosis karsinogenesi etiologi diaknosa keperawatan terdapat 4 tahap sel beradaptasi. Mengecilnya sel-sel otot dikarenakan kurang gerak pada pasien yang dipasang traksi disebut…. atrofi hipertrofi hiperplasi hipoplasi nekrosis Salah satu gambaran makroskopik radang adanya rasa sakit yang dikenal dengan istilah Tumor Kalor Dolor Rubor Fungsiolessa Membesarnya alat tubuh karena pembentukan atau tumbuhnya sel baru disebut.... atrofi hipertrofi hipoplasi hiperplasi metaplasi komplikasi yang dapat terjadi pada pemulihan jaringan karena granulasi tumbuh secara terus menerus dan harus dilakukan nitras argenti adalah…. granuloma kontraktur keloid perlengketan edema tahap masuknya agen ke dalam host sampai timbul gejala pada tahap patogenesis disebut tahap… tahap penyakit dini tahap penyakit lanjut tahap inkubasi tahap penyakit akhir tahap prepartogenesis salah satu jejas sel, kematian dan ...

bab 3 sekripsi karya tulis ilmiah

BAB III METODE STUDI KASUS A.     Desain Studi Kasus Penyusunan studi kasus ini meggunakan desain penelitian deskriptif dengan menggunakan metode case study reaserch (studi kasus). Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya bertujuan untuk melihat gambaran fenomena (termasuk kesehatan) yang terjadi dalam suatu populasi tertentu. (Notoatmodjo,2010). Studi kasus merupakan salah satu jenis penelitian yang meneliti permasalahan melalui suatu kasus Strategi ini dapat menyertakan bukti kuantitatif yang berstandar pada sumber (Notoatmodjo,2010). Dalam studi kasus ini penulis mengambil 1 kasus tentang prosedur pemberian nebulizer untuk meningkatkan bersihan jalan dengan pneumonia pada pasien anak dibangsal anggrek Rumah Sakit Umum Daerah Surakarta. B.      Batasan Istilah 1.     Tindakan nebulizer Nebulizer adalah alat yang dapat mengubah obat berbentuk larutan menjadi...

Bab 1 sekripsi dan karya tulis ilmiah

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Pneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia dan penyumbang terbesar penyebab kematian anak usia dibawah lima tahun (balita) dibandingkan penyakit AIDS, malaria, dan campak (Tong, 2013). Pneumonia adalah peradangan yang menyebabkan nyeri saat bernafas dan keterbatasan intake oksigen. Pneumonia dapat disebarkan dengan berbagai cara antara lain batuk dan bersin (WHO, 2014). Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri,virus, dan jamur. Pneumonia yang disebabkan oleh jamur jarang terjadi, tetapi hal ini mungkin terjadi pada individu dengan masalah sistem imun yang disebabkan AIDS, atau masalah kesehatan lain. Bakteri dan virus tersebut akan segera memperbanyak diri setelah menginfeksi. Infeksi yang terjadi pada individu umumnya menimbulkan gejala yaitu panas tinggi, napas terengah, berkeringat, dan denyut jantung meningkat cepat, batuk disertai sputum yang kental. Pada kasus yang parah, pasien akan menunjukkan gejala...